Minggu, 26 Desember 2010

kutu kucing

Pengetahuan mengenai siklus hidup pinjal perlu kita ketahui agar mengerti cara membasmi pinjal dengan tuntas… tas…. tasss..!. Berdasarkan pola siklus hidupnya, kita dapat mengetahui bahwa tidak ada pengobatan atau cara membasmi pinjal yang hanya cukup dilakukan sekali saja.

Sebagian besar obat pembasmi pinjal hanya membunuh pinjal dewasa, tidak membunuh telurnya. Oleh karena itu bila pengobatan tidak diulang, telur yang menetas dan menjadi pinjal dewasa akan kembali menggigit kucing serta menelurkan kembali beberapa ratus telur pinjal.

Berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk membasmi pinjal :
Suntikan Ivermectin
Banyak orang salah kaprah menyebut suntikan ivermectin adalah suntikan anti jamur. Sebenarnya ivermectin tidak dapat membasmi jamur. Ivermectin dapat dipergunakan untuk membasmi cacing dan ektoparasit seperti kutu (pinjal, caplak dan tungau). Sepertihalnya obat lain, ivermectin hanya membunuh cacing/kutu dewasa, tidak membunuh telurnya. Oleh karena itu diperlukan setidaknya 3 kali suntikan ivermectin dengan jarak 3-4 minggu. Injeksi ivermectin harus dilakukan dengan hati-hati pada kucing umur kurang dari 4 bulan *. Suntikan ivermectin tidak dianjurkan pada anak kucing berumur kurang dari 2 bulan, karena dapat menyebabkan keracunan dan mengganggu perkembangan ginjal.
Untuk pencegahan cacing & kutu pada kucing dewasa, suntikan ivermectin dapat dilakukan 2-4 kali setiap tahunnya.
Obat Tetes & Spray
Ada banyak obat tetes & spray anti kutu yang di jual di petshop-petshop, seperti Accurate ™ dan Frontline ™. Perhatikan aturan pakai setiap obat, biasanya obat-obatan tersebut tidak dianjurkan digunakan pada kucing dibawah umur 2 bulan.

Obat tetes biasanya diteteskan di kulit pangkal kepala di bagian belakang, dimana kucing tidak bisa menjilat bagian tersebut. Obat tetes Frontline cukup efektif membasmi kutu/pinjal selama 1 bulan. Agar tuntas sebaiknya diulang 1 bulan kemudian.

Untuk pencegahan, pemberian obat tetes dapat dilakukan 2-3 kali setahun
Shampoo anti kutu
Shampoo anti kutu cocok digunakan pada anak kucing berumur kurang dari dua bulan yang belum dapat diobati anti kutu lainnya. Beberapa pemilik kucing dewasa juga lebih menyukai cara ini karena selain dapat membasmi kutu/pinjal, juga membuat kucing lebih bersih. Pada saat memandikan, sebaiknya shampoo digunakan dua kali. Basahi rambut kucing secara merata, tambahkan shampoo secara merata, bersihkan dan bilas dengan air (air hangat). Kemudian setelah bersih tambahkan kembali shampoo, ratakan, biarkan + 5-10 menit baru kemudian dibersihkan. Setelah bersih keringkan dengan handuk dan hairdryer. Agar tuntas sebaiknya mandi shampoo anti kutu diulang dua minggu kemudian. Setelah itu, untuk tujuan pencegahan, pemberian shampoo dapat dilakukan 1 bulan sekali.

Pada kasus parah disertai komplikasi, diperlukan kombinasi beberapa cara sekaligus. Dan yang tidak kalah penting adalah membersihkan kandang, lantai dan tempat tidur kucing. Karena telur kutu bisa saja terdapat di sela-sela kandang, retakan lantai atau alas tidur kucing. (NWS)

kenali penyebab bulu rontok pada kucing

Bulu-bulu menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kucing, tapi sekarang kok, bulu yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan si kucing sedang sakit atau ketakutan bulu kucing tak setebal dan seindah dulu lagi.
Masalah kerontokan bulu merupakan masalah yang sering menyerang kucing, apalagi yang berbulu panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.
Sebenarnya ada banyak penyebab bulu rontok pada kucing, seperti di bawah ini :
  • Rontok normal
Umumnya kucing mengalami kerontokan bulu setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.
  • Kekurangan nutrisi
Anak kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan kucing dewasa 25-30 %. Selain itu juga memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan bulu juga tetap optimal. Makanan kucing komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kanduingan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.
  • Kelebihan vitamin
Sepertihalnya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu rontok dan kulit kering, berkerak dan mengelupas.
  • Suhu kandang/tempat tinggal terlalu panas
Fungsi kulit dan bulu adalah untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan dan penyakit. Kulit dan bulu juga berusaha mengatur suhu tubuh dalam batas tertentu. Pada tempat beriklim dingin bulu akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal dan panjang karena berfungsi mencegah hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya kucing cenderung merontokkan bulunya sendiri bila lingkungan tempat tinggalnya terlalu panas. Tempatkanlah kucing ditempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar.
  • Shampoo & Mandi
Shampoo yang tidak sesuai untuk kucing baik dari segi kandungan dan derajat keasaman (ph) dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang banyak busanya mempunyai kandungan deterjen yang cukup tinggi yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan. Frekuensi mandi yang terlalu sering dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit & bulu kucing. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi berkembangnya jamur. Sebaliknya kelembaban yang rendah membuat kulit dan bulu kering dan rapuh. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna juga dapat membuat kulit iritasi dan bulu rontok.
  • Kutu/Pinjal (flea)
Gigitan pinjal dapat menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang ringan disekitar gigitan. Bila jumlahnya banyak, reaksi alergi dan radang pada kulit semakin meningkat, akibatnya akan mempertinggi resiko kerontokan bulu yang tumbuh di atas kulit tersebut

  • Tungau (mites)
Kebanyakan tungau hidup dengan menghisap cairan tubuh yang terdapat dikulit, sehingga akhirnya kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Tungau seperti demodex dan scabies sering menyerang kucing. Mahluk ini hidup dan tinggal di bawah kulit dalam lubang dan terowongan yang digalinya sendiri. Reaksi alergi dan radang yang muncul juga dapat memperparah kerusakan kulit dan bulu.
  • Jamur (mold)
Indonesia yang berada di daerah tropis dengan kelembaban tinggi merupakan daerah yang cocok bagi tumbuhnya berbagai jenis jamur. Bulu tebal dan panjang pada kucing juga menciptakan tempat yang cocok bagi tumbuhnya jamur. Salah satu penyakit kulit yang sering disebut Ringworm juga disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing & anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal serta kemerahan pada kulit.
  • Gangguan hormon
Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan bulu. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal
  • Alergi
Alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigitan kutu, makanan, vaksin dan obat-obatan, rumput atau tanaman lain, plastik, dll. Pemecahan masalah alergi relatif mudah yaitu dengan pemberian antihistamin dan menghindarkan kontak dengan bahan penyebab alergi, yang sulit adalah mencari dan mengidentifikasi bahan penyebab alerginya.
  • Obat-obatan
Obat-obatan anti kanker pada saat menjalani kemoterapi juga dapat menyebabkan bulu rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan. Bulu biasanya akan tumbuh kembali setelah efek obat habis.
  • Gangguan kekebalan
Kerontokan bulu juga terjadi pada beberapa penyakit gangguan kekebalan tubuh seperti autoimun.

jangan barkan kucing mogok makan

Manusia & hewan umumnya dapat bertahan hidup selama beberapa hari tanpa makanan. Kebutuhan energi untuk berbagai reaksi kimia dalam tubuh biasanya didapat dengan cara membakar cadangan lemak tubuh.
Berbeda dengan kucing, proses pemecahan lemak menjadi energi pada tubuh kucing sangat tidak efisien. Secara alami bila kucing tidak makan selama 1 hari atau lebih akan terjadi penumpukan berbagai sisa reaksi tubuh akibat pembakaran lemak yang tidak efisien. Berbagai sisa reaksi pemecahan lemak pada tubuh kucing menyebabkan kerusakan hati yang biasanya disebut hepatik lipidosis.
Hepatik lipidosis adalah berubahnya jaringan organ hati menjadi sebuah jaringan baru yang menyerupai jaringan lemak. Akibatnya, hati tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya dapat meningkatkan resiko atau menyebabkan kematian kucing.
Proses hepatik lipidosis ini bahkan sudah mulai terjadi satu hari setelah kucing tidak mendapatkan kebutuhan kalori harian dari makanan. Proses kerusakan hati bisa dihentikan dan jaringan hati yang sudah menjadi jaringan lemak bisa kembali normal bila kucing mendapatkan jumlah kalori dan nutrisi yang cukup dari makanan. Jadi jangan sampai kucing kesayangan anda seharian tidak makan. Segera ganti/berikan makanan lain yang lebih merangsang nafsu makan. Bila masih belum mau makan juga, suapi dan segera konsultasikan dengan dokter hewan terdekat.

kerangka kucing

Kerangka kucing
Keterangan :
  1. leher, terdiri dari 7 buah tulang (vertebrae cervicalis)
  2. bahu, tulang belikat (Scapulla)
  3. tulang punggung, 13 vertebrae thoracalis
  4. tulang punggung, 7 vertebrae lumbalis
  5. tulang punggung, 3 tulang vertebrae sacralis bergabung menjadi satu
  6. tulang panggul (ischium)
  7. tulang paha (femur)
  8. fibula (tulang betis)
  9. tibia (tulang betis)
  10. pergelangan kaki (tarsus)
  11. telapak kaki (meta tarsus)
  12. jari (phalank)
  13. tulang ekor, 18-23 tulang vertebrae coccigea
  14. tempurung lutut (patella)
  15. tulang rusuk
  16. telapak tangan (meta carpus)
  17. cakar
  18. pergelangan tangan (carpus)
  19. ulna (tulang tangan)
  20. radius (tulang tangan)
  21. humerus (tulang siku)
  22. tulang dada (sternum)
  23. rahang bawah (mandibula)
  24. rahang atas (maxilla)
  25. tulang kepala

sifat aneh kucing




Ada beberapa faktor mengenai tingkah laku kucing yang sedikit menyimpang dari kebiasaan normalnya, terutama yang terjadi dalam kasus ini adalah tingkah laku yang menyimpang dalam tingkah laku makannya. Sifat ini disebut sebagai kanibalisme. Ada beberapa tingkah laku makan pada kucing baik terlihat secara normal ataupun tidak normal.
 
Copropagia
Copropagia adalah tingkah laku dalam memakan kotorannya sendiri.Tapi hal ini adalah normal saat induk kucing dalam mengasuh anak-anaknya saat berumur kurang dari 30 hari, Maksud hal ini adalah sang induk menstimulasi daerah urogenital sekaligus membersihkan daerah perineum. Saat inilah sang induk memakan produk-produk buangan anaknya diantaranya feces dan urin. Disamping itu, copropagia bisa menjaga kebersihan dan mengurangi bau pada box/ keranjang/ kandang. Tingkah laku ini menjadi tidak biasa apabila sang induk terus melakukan copropagia setelah anak sapih.

Kanibalisme/ infantisid
Kanibalisme atau infantisid seringnya menjadi tingkah laku yang normal pada kucing jantan dan betina. Induk menjadi kanibal ketika anak abortus, anak yang lahir mati, ataupun anak sangat lemah. Hal ini terjadi untuk mengurangi penyebaran penyakit kepada anak-anak kucing , yang masih sehat, menjaga kandang/box tetap bersih, dan menjaga secara optimal anak-anak kucing yang masih sehat. Di sisi lain, sang induk mendapat keuntungan secara nutrisi dari mengkonsumsi anak yang mati. Kadang-kadang sang induk akan membunuh anak-anaknya yang tampaknya sehat. Faktor lingkungan yang menyebabkan anak-anak memperlihatkan gejala awal sakitnya ( seperti lemas, tidak mau beraktivitas, hipertermia atau hipotermia) memicu terjadinya kanibalisme atau infantisid. Induk yang stres, pemberian makan yang salah,dan kekurangan hormonal turut memberikan kontribusi dalam hal kanibalisme, sedangkan pengalaman sang induk tidaklah menjamin untuk tidak terjadinya kanibalisme.
 
Kucing jantan dalam hal kanibalisme tidak akan pandang bulu untuk membunuh anak kucing dan tidak ada kaitan dengan hal apapun. Hal ini terjadi ketika seekor kucing jantan yang kuat dan punya kuasa memasuki daerah baru dan menemui induk yang sedang menyusui anak-anak kucingnya. Sehingga kejadian ini menjadi hal tidak biasa karena adanya kehadiran kucing jantan.
 
Status kesehatan, managemen pakan, dan managemen pemeliharaan perlu ditinjau ulang terhadap induk-induk, terutama pada cattery atau breeder yang sering mengalami kejadian kanibalisme. Kucing jantan sebaiknya tidak memiliki akses untuk masuk ke daerah anak-anak kucing, untuk mengurangi terjadinya infatisid.

Memakan tanaman dan rumput
Memakan tanaman dan rumput adalah tingkah laku yang normal pada kucing. Banyak penjelasan yang dikedepankan untuk tingkah kucing yang makan rumput. Rumput tidak dapat dicerna dalam saluran pencernaan kucing, ini mengakibatkan iritasi lokal dan kadang untuk menstimulasi muntah. Jadi memakan rumput dapat menjadi purgative (obat pencahar) untuk mengeliminasi bulu atau bahan-bahan yang tidak tercerna lainnya.

Respon terhadap catnip
Aroma dari catnip (Nepeto cataria) dapat membuat kelakuan kucing menjadi sedikit liar 5- 15 menit setelah terpaparnya aroma itu. Kucing menjadi keras kepala selama 1 jam atau lebih setelah respon inisiasi dimulai. Ini karena adanya bahan aktif cis-transnepetalactone, yang dapat memberikan aksi seperti zat halusinasi meskipun stimulus syaraf pusat berkaitan dengan estrus/ birahi. Respon yang diberikan kucing terhadap catnip dengan cara menggosok-gosokkan kepala dan bergeleng-geleng, berair-liur, menatap, kulit bergetar, berguling-guling, berlompat-lompat. Hanya 50-70% kucing yang menunjukkan tingkah laku ini. Apabila paparan dari catnip ini diperlama akan memasuki stadium lanjut yakni kehilangan kesadaran sebagian.

Mengunyah bulu
Termasuk tingkah laku yang abnormal pada kucing.Tingkah laku ini mulai tampak pada saat pubertas, yaitu ketika kucing mulai menjilat, mengisap, mengunyah atau memakan bulu atau bahan-bahan kain. Kucing yang seperti ini, akan mencari bau lanolin atau keringat orang, atau merupakan manifestasi dari lanjutan menyusu. Genetik ini kuat pada kucing Siamese, silangan Siamese, Burmese. Mengunyah bulu dapat diatasi dengan mengeliminasi akses terhadap benda-benda yang dapat menarik perhatiannya dan dengan manipulasi tingkah laku, atau dengan makanan yang berserat tinggi atau menyediakan selalu dry-food.

Cara Merawat Kucing yang Baik


Kucing banyak dipelihara orang karena sifatnya yang relatif jinak dan bisa dijadikan teman. Tidak sedikit dari penggemar kucing yang belum mengatahui cara merawat kucing yang benar mulai dari kebersihan, makanannya,kesehatan kulit dan tubuhnya dan sebagainya. Berikut adalah cara merawat kucing agar kucing Anda selalu sehat

Merawat Anak Kucing
Setelah lahir anak kucing harus diberi makanan yang alami (susu ibu) dalam waktu 10-20 menit. Jangan lupa untuk juga memberi makan induk kucing makanan dan air minum saat dia menyusui anak mereka.
Anak kucing dapat memakan makanan padat pada usia dua sampai tiga minggu. Sisihkanlah uang untuk memberi mereka makanan komersial maupun susu komersial khusus anak kucing. Dalam masa pertumbuhann seperti hindari untuk memberi susu sapi atau susu kambing karena masih belum dapat dicerna dengan sempurna karena mengandung laktosa.
Salah satu permasalahan pemilik kucing adalah sifat kucing yang selalu buang kotoran sembarangan. Untuk mengantisipasi hal ini sejak dini maka sediakan dua buah nampan untuk mengganti kotoran dan ganti nampan-nampan tersebut secara teratur pada siang hari. Secara alami anak kucing akan membuang kotoran disanan pada usia tiga sampai empat minggu.
anak-kucing2Untuk induk kucing yang menyusui sebaiknya atau mungkin harus diberi obat cacing setiap bulan. Dan untuk anak kucingnya sendiri harus diberi obat cacing setiap dua minggu. Dimulai pada umur dua minggu sampai berumur tiga bulan.
Anak kucing anda dapat disapih mulai umur delapan minggu. Pada tahap ini induk kucing akan tidak selalu bersama anaknya hingga harus diberi makanan padat.
Supaya nantinya kucing tidak bertindak agresif dengan manusia. Maka anak kucing harus melakukan kontak terhadap manusia pada umur setidaknya dua sampai tujuh minggu.
Supaya kucing tidak menyusahkan anda, Berilah banyak rangsangan baru yang tidak mengancam tentunya. Misalkan saja bunyi-bunyian maupun bertemu dengan binatang lain.
Jangan lupa untuk mengetahui sifat anak kucing, supaya anda dapat menebak suasana hatinya
  • Jika andak kucing setengah matanya tertutup kemudian memutar sedikit telinganya kesamping itu menandakan anak kucing sedang merasa nyaman
  • Jika pupil mata membesar itu artinya sedang terkejut
  • Jika anak kucing mengarahkan telinga dan membuka mata lebar-lebar, itu berarti anak kucing ingin bermain
  • Jika Mendongak dan menggerakkan kepala ke belakang, itu artinya mungkin seseorang sedang mendekatinya terlalu dekat
  • Jika sedang mengarahkan telinga, memutarnya ke belakan dan juga mengecilkan pupil mata. WASPADALAH! Anak kucing sedang MARAH.

Ikan untuk Makanan Kucing
Kita tahu kucing sangat suka dengan ikan. Lalu apa hal-hal yang harus diketahui saat memberinya ikan untuk dimakan. Nah kembali merawat kucing akan memberitahukannya kepada anda. Karena makanan termasuk hal-hal yang mempengaruhi kesehatan kucing.
Ada dua jenis ikan jika dipandang sebagai makanan :
Ikan putih yaitu ikan yang mempunyai komposisi zat makanan yagn mirim dengan daging tanpa lemak(hanya mengandung 2 persen). Dan tentu saja karena lemaknya sedikit maka vitamin yang laru dalam lemak seperti A,D,E,K juga kekurangan.
Kedua, Ikan berminyak adalah ikan yang mengandung banyak lemak dan mempunyai banyak vitamin A dan D yang tinggi. Contohnya adalah Tuna. Jika kucing kita beri makanan seperti ini yaitu ikan berminyak terlalu sering. Ini dapat menyebabkan pembengkalan berupa endapan lapisan lemak dibawah kulit.
Kedua jenis ikan diatas juga kekurangan Fosfor, tembaga, magnesium dan kalsium. Tapi yang paling bagus dari kedua ikan itu adalah memiliki kandungan protein yang bagus.

Menjadikan ikan mentah sebagai makanan kucing.
Sebaiknya jangan karena ikan mentah mengandung enzim thiaminase. Enzim ini dapat menhancurkan thiamin (vitamin B yang penting). Namun enzim thiaminase dapat hancur oleh panas. Maka daripada lebih baik kita memasak ikan dahulu sebelum memberikannya kepada kucing.
Atau kalau Anda memilih menggunakan makanan kucing kalengan, maka pastikan Anda membaca komposisi dan kandungan gizinya.

Perawatan Bulu dan Kulit
Perawatan bulu dan kulit adalah sangat penting, agar bulu kucing tetap rapi dan selalu sehat dari serangan penyakit kulit.
Sebaiknya bulu kucing selalu disisiri (dengan sisir yang khusus untuk kucing) setiap hari, terutama untuk kucing yang memiliki bulu panjang. Ada beberapa jenis sisir yang ada di pasaran, yaitu untuk merapikan bulu dan untuk membuang kutu. Gunakan jenis sisir tersebut sesuai dengan kebutuhan.
Setiap 10 hari atau 14 hari sekali, sebaiknya kucing dimandikan dengan menggunakan air hangat dan shampo (khusus kucing). Memandikannya sebaiknya di kamar mandi, dengan menggunakan gayung (biasanya jika menggunakan pancuran, akan membuat kucing menjadi susah diatur).
Setelah memandikan, keringkan sampai setengah kering dengan menggunakan handuk, dan lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai hampir kering. Pengeringan bulu selanjutnya dengan menggunakan hair dryer sambil disisiri.

Tips Mencegah Penyakit Pada Kucing & Anjing
Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat hewan peliharaan sehat dan tidak membawa penyakit bagi seisi rumah. Berikut beberapa prinsip dasar perawatan kucing dan anjing, menurut Drh C Koesharyono, yang terkadang kurang diperhatikan para pemiliknya:
  • Jangan memberi makan hewan kesayangan Anda dengan daging jeroan dan tulang mentah. Beri makanan matang, yang bisa sekali habis. Sisa makanan akan menjadi basi dan sarang berkumpulnya kuman.
  • Air minum pun sebaiknya dimasak dahulu. Jangan biarkan air berhari-hari tanpa diganti. Waspadai kemungkinan tikus mengencingi air minum itu yang membawa penyakit leptospirosis.
  • Cegah kucing atau anjing Anda berburu tikus, burung, lalat, dan kecoa.
  • Bila hewan peliharaan Anda kucing, sediakan tempat kotoran berupa kotak berisi pasir. Tiga hari sekali, cuci pasir itu dan jemur sebelum dipakai lagi. Kucing adalah tuan rumah definitif parasit Toxoplasma gondii. Tempat kotoran tersebut sebaiknya dibersihkan setiap hari karena ookista tokso mungkin keluar bersama tinja yang bisa menginfeksi dalam waktu kurang lebih 1-3 hari. Bila tinja kucing Anda becek dan tidak padat, berarti dia sakit. Buanglah tinjanya di dalam lubang, siram dengan air panas lalu ditutup tanah.
  • Mandikan hewan peliharaan Anda secara teratur. Ada tiga jenis mandi, yakni mandi sehat sebanyak dua minggu sekali dengan shampo; mandi jamur dengan obat pembasmi jamur bila hewan Anda terserang jamur; dan mandi kutu dengan obat pembasmi kutu bila banyak kutu menempel di tubuhnya.
  • Lakukan vaksinasi dan periksakanlah hewan peliharaan secara teratur pada dokter hewan. Bila Anda mempunyai hewan peliharaan baru yang masih kecil, semisal umur 4 minggu, berilah obat cacing. Pada usia 6 minggu diberi vaksin parvoviruses (muntah berak darah), usia 9 minggu vaksin parvoviruses kedua dan distemper (untuk saluran pencernaan), 12 minggu mengulang dua vaksin sebelumnya, 16 minggu vaksin rabies. Setelah itu, 3 bulan sekali diberi obat cacing dan setahun sekali disuntik antirabies.

Senin, 04 Oktober 2010

mereka mirip namun berbeda

MEREKA MIRIP NAMUN BERBEDA

apa yang terlintas di benak kalian ketika melihat gambar2 dibawah ini. apa kah senang, terkejut atau bersorak "wuuuuuhh lucunya" *kayanya nih penulis rada lebay dech hehehe :P*
apakah mereka mirip?


 kalo yang ini masih sama yah

 klo yg ini apa kalian bisa bedain mereka

 
 
mereka lucu banget yah :)

 
kalo kucing yang satu ini mirip kucing saia yang nama nya gabriel *gak penting n gak da yg nanya dech* hehehe :P


lebih lucu siapa? kucing/ kelincinya??
 
 
ada lagi yang mirip dengan kucing saia snowbell n panda *pamer mode :on*